17/06/2015

Neng, Kita Adalah Kunang-Kunang Fiksi Yang Meneka-Neka Lukisan


Bulan makin memutih di ubun malam
kunang-kunang menjadi raut garis
apakah sedang kau nantikan, neng?
Waktu adalah laut yang tak terduga.

Masihkah kau membuka kitab itu?
Surah-surahnya adalah fiksi semata
tanda bacanya juga penipuan penulis.
Bakarkan saja bersama sampah semalam.

Aku kira kau tak lagi menangis.
Bukankah kita cuma meneka-neka?
Silang kata itu terlalu bermacam
dan menipu kita yang teruja.

Maafkan aku, aku tak lagi melukis
kerna warnaku dicuri orang. Berus
juga sudah patah. Mungkinkah ada
pelukis tak melukis kerana silam?

No comments: