08/12/2013

Garisan tangen yang terakhir

(i)

Masih samakah rasa ini?
Satalah yang tinggal cuman guyur guyur airmata.

Masih samakah derita ini?
Bilamana yang ada cuman degup benci melihat kamu.

Dan aku kira
Kita berdua masih lagi bingung
Diantara mahu begini 
Atau melupakan cinta yang tlah kita cipta
Diantara mahu begini 
Atau melupakan momen momen kita 
Sewaktu kita berdua berpegangan tangan
 Di tengah kota raya.

(ii)

Aku
 masih perempuan ampuh

  Hati aku
seolahnya semakin hari semakin rapuh

Cinta aku
 Kau biar seperti aku ini pendosa
 Atas kelahiran saorang anak gantung
Yang tidak tahu apa apa.

(iii)

Terbang tinggi, sayang
Patah hati ini akan aku baiki di tanah seberang 
Bersama onggok kesal yang tiada mahu sudah.

Aku sudah kehabisan cara
Berpura seperti kehilangan kamu itu 
Cuman hal enteng
Berpura seolah kamu itu 
Tidak sengaja menyakiti aku.

(iv)

Cinta kita
 Adalah definisi tepat bagi barangkali
Kemungkinan yang Tuhan uji
Limit limit dosa 
Yang membuat aku merenteh laju 
Menyela hati antara kita berdua.

(v)

Ambil kenangan kita
Simpan dan lipat kemas dalam kocek kamu
Ambil hati kamu ini
Kasi ia pada yang lebih layak.

Karna antara kita tiada lagi roman cinta
Tiada lagi lintasan Venus
 Diantara tangen tangen 
Yang kamu  pernah gariskan dulu.

Dan tidak sekali 
Aku mampu menahan detak jantung ini
Degup degup benci
Tabrakan sial 
Melihat gunungan dendam buat kamu.

(vi)

Kota bingit dan mobil putih.

Bisa saja aku dentum kamu laju
Biar mati dan pergi.
Bisa saja aku dentum kamu laju
Biar mati dan pergi sama memori memori basi.

Ambil dia, Tuhan
Paling kurang, buang.

Karna dia adalah langsaian dosa
Yang Kamu mahu aku habiskan

Karna dia adalah langsaian dosa
Yang Kamu mahu aku lupakan.

(vii)

Nanti aku akan kembali 
Sama rekod lagu dengdangan kamu

Cuman waktu itu
Tidak akan ada lagi puisi sebal 
Dalam mengenang guyur hujan.

 Tidak akan ada lagi perempuan
Yang patah hati menulis puisi 
Tentang rindu yang dibiarkan.

(viii)

Aku akan benar hilang
Jauh dari pandangan kamu.

Karna tiada cara lain
Yang lebih baik
Selain melepaskan kamu pergi
Dan aku ini mengundur diri.

(ix)

Sementara itu
Ini kesepuluh jari aku
semuga kamu maafkan bebanan
yang aku tumpangkan 
Diatas bahu kamu untuk satu tahun ini.

berbahagialah kamu
Laki laki kegemaran aku
hingga nanti kamu melupakan kita
Dan aku sudah bisa
Melewati wajah kamu dengan rasa
Rasa yang tiada.

(x)

Sehingga Tuhan 
Mempertemukan kita lagi.

Mungkin kali itu
Aku dengan wajah
Yang kamu rindu.

Dan kamu dengan wajah
Yang aku perlu.









1 comment:

PAK.SABARUDDIN DI PADANG said...

Hal yang tidak pernah terbayankan kini jadi kenyataan kepada keluargaku,,,kusus untuk AKI SANTOJOYO kami ucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada aki. karena berkat bantuannya alhamdulillah keluarga kami bisa lepas dari hutang dan masalah, karena nomor “GAIB” untuk pasang togel, hasil ritual AKI SANTOJOYO memang benar-bener merubah nasib kami hanya sekejap,dan disitulah aku berkesempatan kumpulkan uang untuk buka usaha kembali,karena rumah juga sudah disita bank,,warung makan juga sudah bangkrut,,tapi itu semua aku masih tetap bertahan hidup dengan anak istriku,,walau cuma ngontrak tapi aku tetap bersabar dan akhirnya AKI SANTOJOYO lah yang bisa merubah nasib kami..maka dari itu AKI SANTOJOYO orang paling bersejarah di keluargaku…!!!jadi kepada teman-teman yang di lilit hutang dan ingin merubah nasib seperti saya silahkan hub AKI SANTOJOYO di nomor: 085211599919 atau silahkan KLIK DISINI dan dengan penuh harapan yakin dan percaya insya allah apa yang anda ingingkan pasti tercapai.