29/08/2013

kau titik

untuk kau tahu
walau
setelah waktu itu
tidak secebis
ada kau untuk aku

aku pendosa
masih begelumang
tentang semalam
saat kita itu satu.

tidak sedetik pernah aku gagah
untuk melihat langkah kau menjauh
tidak sedikit juga mata aku lelah
melihat kau berpatah.

penipuan
demi bohongan
aku bisik mengucup lembut
hati yang sudah basah
sama darah
gesek
hiris kau serah

kakinya yang rebah
aku pasak sama percaya
hati yang patah
aku sambung tak pernah menyerah

dan
aku adalah pesalah yang dihukum
atas rasa percaya tak pernah menyerah

dan aku adalah pesalah
yang dihukum untuk menyerah.

2 comments:

Faarihin said...

woah! nukilan encekgadis di sini.

encekgadis said...

sengal faein hek3