17/07/2014
Surat Kepada Elham
sehingga tajam menusuk jiwa,
sehingga binasa kepercayaanku pada tandusnya
sajak-sajak yang lumayan dengan kata.
Kau menanam dari benih-benih biasa
tapi menjaganya dengan luar biasa,
dari tanganmu tumpah kata-kata yang kaya
rimbun tamanmu tak lama jadi rimba raya.
Bertumbuhlah, terus bertumbuh,
aku akan selalu mengintai dari sebalik pagar ini,
mengutip buah-buah yang jatuh
dari pohon-pohon puisi.
15/07/2014
sajak untuk teman
di lengkung senyummu
burung-burung mendirikan rumah
pohon-pohon berbuah
bahkan sekejap lagi
pelangi datang menumpang senjamu
ii.
kerana itu aku tidak suka
melihat kaubersedih
entah kemana alam akan menghalau
burung-burung gelandangan
buah-buah pohon akan menjadi yatim piatu
mungkin alam pun tak lagi suka mewarna pelangi
iii.
(oleh sebab itu) kau harus
selalu senyum dan gembira
aku hanya mampu mencintai musim luruh
yang kulihat berbunga pada senyummu
meski rinduku tak sehebat kasih pelangi dan pohon
yang berkampung pada kegembiraanmu
11/06/2014
Sedang Cari Penulis untuk Tanpa Nama!
23/05/2014
Sehelai seluar percaya telah robek
Sehelai seluar percaya
Yang menutup selindung sisa celaku
Telah robek
Digunting siat kamu
Saat aku menadah jernih titis air pipi mu
Perlahan lahan dengan kaki kiri
Kau mencapai gunting lalu merobek seluar ku
Dan mencariknya dengan jemari mu
Perlahan lahan
Sedangku masih terleka menumpang bahu buat kamu.
Sehingga aku sedar
Seluar ku terlucut
Aku telanjang dan kau berlalu
Sambil mentertawakanku
Tanpa henti
Saat sehelai seluar percaya sudah robek disiat gunting kamu
Nama
Ada satu nama yang sedari semalam
Dicuba aku padam lalu tidak mahu hilang
Nama pada dinding kekal
Diukir kemas kenangan tertusuk dalam
Ada satu nama yang sedari semalam
Tergiang ngiang berlagu di cuping hariku
Berdesing memecah gegendang harap
Pada kepulangan memecah suram.
Ada satu nama yang sedari semalam
Dibibirku tersenyum
Dimindaku terngiang
Dihatiku tertanam
Ada satu nama yang sedari semalam
Milik kamu
menghantuiku.